Tak Lama Setelah Suami Keluar dari Kamar Istri Gantung Diri di Jeneponto

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO,- Desi Ananda Sari (25), sempat bicara dengan suaminya lewat telephone sebelum gantung diri di Lingkungan Parambu, Kelurahan Togo Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten  Jeneponto, Minggu (24/2/2019).

Dia, menghembuskan nafas terakhirnya di rumah milik, Risal Dg Sijaya dengan cara gantung diri didalam sebuah kamar dengan menggunakan sarung.

Yang sebelumnya, Desi Ananda Sari (korban) sempat bersama suaminya di Kabupaten Bantaeng, namun dirinya meninggalkan rumah lebih dulu tujuan ke Jeneponto.

Tak lama setelah kepergiannya. Korban kemudian menelphone suaminya bernama Faisal (45), minta untuk dijemput.

Kata dia (korban), kalau kamu tidak menjemput saya, maka saya akan bunuh diri.

Hal itu, diungkapkan oleh Kasubag Humas Polres Jenponto AKP Syahrul lewat via whatsApp kepada Indonesiasatu.co.id. (meniru ucapan korban)

Dikatakan, Desi Ananda Sari, merupakan warga Kabupaten Bantaeng beralamat di jalan Kartini.

Syahrul menjelaskan, bermula saat sang suami menemui korban (istrinya) di rumah Risal Dg Sijaya di Lingkungan Parambu Kelurahan Togo Togo, Kecamatan Batang, Kabupaten Jeneponto.

Dikatakan, mereka berdua sempat bicara di dalam kamar. Namun korban marah kepada suaminya agar meninggalkannya sendiri, sehingga suaminya itu keluar dari dalam kamar dan duduk diruang tamu sambil makan dengan pemilik rumah itu.

"Karena menaruh curiga tanpa suara pemilik rumah membuka pintu kamar namun tidak melihat korban dikasur setelah menoleh kekanan ternyata korban dalam keadaan tergantung dengan menggunakan sarung dileher dalam keadaan lidah keluar," katanya.

Menurut Syahrul, dari pengakuan keterangan saudara korban, Hardianti binti Yulil, korban sering beralusinasi dan cepat tersinggung apabila ada orang disekitarnya berbicara.

Suaminya sudah ketergantungan narkoba dan pernah ditahan di Polres Bantaeng dengan putusan pengadilan 8 bulan.

Diketahui juga bahwa suami korban
sudah menikah siri di rumah suaminya di Allu, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto pada bulan Desember 2018 lalu.

"Korban diminta oleh keluarganya untuk disemayamkan di rumahnya jalan Kartini, Kabupaten Bantaeng," tambahnya.


Editor : Samsir
  • Whatsapp

Index Berita