Sosok Muhammad Fauzi di Dunia Politik

INDONESIASATU.CO.ID:

LUWU UTATA - "Zal, tolong bantu-bantu ya di Baebunta," ucapnya kepadaku sambil melintas. "Ah tidak boleh diganggu nih, ada keluarganya juga yang maju ayah," seru Istrinya menimpali.

"Saya kalau soal begitu mengerti juga Tidak enaklah, nanti dikirain kayak gimana," Saya hanya tersenyum kepadanya sambil melanjutkan obrolan. Walau saya sering ketemu di rumah jabatan, tapi Itu kali pertama Muhammad Fauzi menyapaku.

Dengan senyum khasnya itu. Mungkin ia memang menganggap bahwa saya adalah teman istrinya. Tidak enak rasanya ikut campur urusan Istri. Begitu barangkali yang dipikirkannya.

Itu sekitar 2013 lalu, saat saya sering berkunjung ke Rumah jabatan. Kala Indah Putri Indriani masih menjabat sebagai Wakil Bupati Luwu Utara. Dan Muhammad Fauzi sebagai caleg DPR RI dari partai Gerindra. Aisyah juga maju sebagai caleg DPR RI dari partai yang sama.

Dia adalah anak pertama sepupu saya di Baebunta, Arsyad Kasmar. Inilah alasan Indah Putri tadi, menimpali ucapan suaminya yang berniat mengajak saya terlibat dalam timnya, Usai pemilu antara saya dengan abang masih biasa saja. Jika bertemu hanya sekadar mengumbar senyum dan menyaapa sekadarnya.

Hingga memasuki tahapan Pilkada 2015, Disinilah awalnya saya banyak bertukar pikiran dengan dia. Saat itu saya bergabung dengan tim pasangan Indah-Thahar sebagai calon bupati Luwu Utara. Ia banyak berbicara strategi politik pemenangan Pilkada.

Menjadikan saya juga banyak belajar tentang dunia politik. Terlebih Abang Fauzi pula yang langsung berhubungan dengan media centre Pintar, tempat saya dilibatkan. Dari sana, saya baru tahu seorang Muhammad Fauzi adalah politisi senior.

Ia sangat tenang dalam menghadapi segala macam persoalan. Mengedepankan rasionalitas, dan penuh pertimbangan dan bijak dalam meletakkan keputusan. Memang terkesan sangat perfeksionis.

Pada 2004, Abang Fauzi adalah politisi senayan dari Partai Bulan Bintang. Dia termasuk salah satu petinggi partai saat itu. Dan menjadi bendahara fraksi PBB. Dia sangat akrab dengan Yusril Ihsa Mahendra, M.S Kaban yang mantan Menteri Kehutanan era SBY. Hamdan Zulva mantan ketua Mahkamah Konstitusi. Atau Ali Mochtar Ngabalin, politisi kawakan yang terkenal dengan gaya bicaranya itu.

Tak heran sejak sang Istri Indah Putri menjabat sebagai Bupati, sudah dua kali mendatangkan tokoh nasional. Seperti mantan ketua DPP Partai Golkar, Akbar Tanjung dan Mantan Ketua MK RI, Hamdan Zulva dalam acara dialog Kahmi Luwu Utara.

Pada saat di PBB juga lah Dia mengenal sosok Indah Putri. Dimana saat itu, Indah Putri adalah salah satu staf ahli fraksi partainya. Waktu itu Fauzi mengajak nikah Indah Putri. "Kalau serius silahkan ketemu orang tuaku di Sulawesi," ucap Indah, kenang Fauzi bercerita ke Saya.

Tekad sudah bulat untuk meminang pujaan hatinya. Fauzi terbang menuju pulau Sulawesi Selatan. Daerah yang baru pertama kali saat itu Ia injakkan kaki. Hanya bermodalkan alamat, setibanya di Makassar Ia kemudian dijemput di bandara Sultan Hasanuddin Makassar oleh salah seorang kerabat Indah Putri.

"Saat menempuh perjalanan sudah cukup jauh, Saya bertanya-tanya kapan tibanya nih," kembali Fauzi mengenang. "Baru kali itu memang saya merasakan perjanan darat yang cukup lama," ucap Fauzi.

Pucuk di cinta, akhirnya Muhammad Fauzi tiba di Dusun Kanjiro Desa Sapta Marga Kecamatan Sukamaju, rumah kediaman orang tua sang pujaan hati.

"Saya langsung menemui orang tua istri, Alhamdulillah diterima," cerita Fauzi kepadaku. Saat baru menjabat ketua Partai Golkar Luwu Utara, pada rapat perdana di Kantor Golkar Muhammad Fauzi menyampaikan yang menjadi PR terbesar adalah sepanjang sejarah Golkar Luwu Utara belum pernah menang dalam Pilkada.

Tantangan tersebut memang menjadi motivasi tersendiri bagi mantan politisi senayan seperti Muhammad Fauzi. Menghadapi Pilkada pemilihan gubernur Sulawesi Selatan, Golkar mengusung pasangan Nurdin Halid - Aziz Qahhar.

Hasilnya, Pilgub tersebut dimenangkan Calon pasangan NA - Amran Sulaiman. Tapi yang menarik, NH - Aziz di Luwu Utara menang telak. Berhasil meraup suara sebesar 72 ribu atau sekitar 52 persen dari 4 kandidat pasangan calon.

Perolehan itu sangat fantastis jika melihat torehan Pigub sebelumnya. Tak salah jika kiprah Muhammad Fauzi di dunia politik khususnya di Luwu Utara patut diacungi jempol. Sehingga dengan perolehan itu juga menjadi alasan tersendiri bagi Nurdin Halid sebagai ketua DPD Golkar Sulsel mengajak Abang untuk maju bertarung sebagai caleg DPR RI Dapil Sulsel 3.

Muhammad Fauzi ditempatkan di nomor urut 7, bersaing dengan petahana dan fungsionaris Partai Golkar Sulsel. Diberbagai kesempatan dia sering bilang, hal yang memotifasi dirinya ingin kembali ke senayan: membantu istrinya mewujudkan pembangunan yang lebih baik di Luwu Utara. Sebab memang, jika mengandalkan APBD Luwu Utara yang hanya 1,2 triliun, tidak cukup banyak memberikan pembangunan yang mumpuni.

Sebab nilai itu cukup kecil, karena separuhnya sudah habis untuk menggaji pegawai dan belanja langsung. Sehingga dengan demikian, berbekal pengalaman sebagai politisi senayan pada tahun 2009 lalu Muhammad Fauzi bertekad memberikan yang terbaik untuk pembangunan Luwu Utara.

Keberhasilan Indah Putri memimpin Luwu Utara pastinya tidak lepas dari peran suami. Terlebih jika diberi kesempatan menduduki kursi DPR RI perwakilan Dapil Sulsel 3 (Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja, Toraja Utara, Luwu, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur).

Penulis: Rizal Muthahari

  • Whatsapp

Index Berita