Kepala SMPN 1 Pallangga Diduga Tidak Transparansi Kelola Dana BOS

indonesiasatu, 14 Jan 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

GOWA - Kepala SMP Negeri 1 Pallangga, Sitti Hasnawati, diduga tidak transparansi didalam pengelolaan Dana BOS, selama 3 tahun, Ia menjabat di SMPN 1 Pallangga, pasalnya papan dana BOS yang terpajang di depan ruangan guru, informasinya yang nampak hanya tahun 2016 dan sampai sekarang papan informasi itu nampak tidak diganti untuk informasi tahun 2019.

Diketahui dari papan Dana BOS pada tahun 2016 itu jumlah siswa sebanyak 2360 orang dan anggaran yang dikelola dalam satu tahun itu sebesar Rp.1,7 miliar

Tampak pada papan informasi untuk pembelian bahan habis pakai pada tahun 2016 di triwulan 1 Rp.67 juta dan triwulan ke 2 Rp.136 juta, triwulan ke 3 Rp.66 juta serta triwulan ke 4, informasinya dikosongkan dan tulisannya spidolnya pun buram jadi tidak terlalu kelihatan dibaca pada kegiatannya.

Hal ini menjadi pertanyaan ada apa Kepala Sekolah kosongkan papan informasi dana BOS, padahal papan informasi itu sangat penting sebagai bentuk transparansi kepada orang tua siswa khususnya dan warga sekolah.

Supaya mereka tahu, dana Rp.1,7 miliar itu untuk apa saja, mengingat dana yang dikelola itu dana Negara bukan dana pribadi.

Menurut sumber yang tidak mau disebut namanya, semua guru- guru yang ada di sekolah itu, banyak yang tidak suka dengan Kepala sekolah ini.

"Apalagi baru- baru ini, 1 minggu yang lalu, pohon tumbang di halaman depan, dekat dengan musholla, sampai sekarang, Kepala Sekolah tidak mau kasih uang bensin padahal tukang gergaji itu sudah datang dan dia minta uang tapi tidak dikasih makanya tukangnya juga tidak mau kerja, sampai sekarang pohon yang tumbang itu masih nampak menutupi halaman sekolah, itu sudah 1 minggu lamanya," ungkap sumber yang minta dirahasiakan namanya.

Padahal didalam dana BOS itu, ada dananya untuk pemeliharaan sekolah, tetapi kepala sekolah tidak peduli dengan pohon yang tumbang itu.

Selain itu untuk kegiatan pramuka dan PMI, katanya kepala sekolah tidak mau juga biayai dari dana BOS serta puluhan toilet juga tidak berfungsi jadi siswa yang mau ke kamar mandi, dia harus ke kantor camat ataupun ke rumah warga yang dekat dari sekolah.

Sitti Hasnawati, yang hendak dikonfirmasi, ditelepon berulang kali oleh Jurnalis Media Online INDONESIASATU.CO.ID, dia tidak angkat teleponnya. 

Dichat juga melalui WhatsApp, aktif tapi tidak dibaca juga chatnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr Salam, yang dimintai tanggapannya, terkait kepala sekolah yang tidak isi papan informasi, mengatakan hal itu wajib dan harus diisi, karena sebagai bentuk transparansi kepada orangtua siswa dan warga sekolah, agar mereka tau, apa saja yang telah direalisasikan dana BOS setiap triwulannya.

Dan sudah jelas didalam petunjuk teknis, sesuai aturan papan dana BOS itu harus diisi, jadi wajib kepala sekolah harus isi.

Mendengar informasi itu, Dr Salam, akan panggil dan ditegur kepala sekolahnya.

"Saya akan panggil dan tegur kepala sekolahnya," tegasnya Selasa (14/1/20) saat ditemui di ruang kerjanya.(Shanty)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu